Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Barat



PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERALISME BANGSA BARAT PASCA VOC



Kolonialisme : Penguasaan suatu wilayah oleh negara lain

Imperalisme : Suatu Paham Politik Yang menjajah bangsa lain dengan mengambil kekuasaan dan Keuntungan.



KEMUNDURAN VOC

Tahun 1799, VOC mengalami masa kemunduran.
Kemunduran tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor berikut:

- Gencarnya Persaingan dari Negara Perancis dan Inggris.
- Korupsi dan pencurian yang dilakukan pegawai VOC.
- Maraknya perdagangan gelap di jalur Monopoli VOC.
- Besarnya anggaran belanja Voc tidak sebanding dengan Pemasukan.

PEMBUBARAN VOC

- Louis Napoleon Bonaparte sebagai raja belanda MEmutuskan supaya VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799
- Louis Napoleon Bonaparte kemudian menunjuk Herman Willem Daendels Sebagai gubernur jendral di Indonesia


KEBIJAKAN-KEBIJAKAN DAENDELS

Daendels dalam melaksanakan tugasnya melakukan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut.

- Membuat jalan raya Anyer sampai Panarukan denagan kerja Rodi
- Membuat pabrik senjata di semarang
- Membangun pangkalan armada laut di Merak dan Ujung kulon


Untuk mendapatkan dana, Daendels menetapkan beberapa peraturan:

- Penyerahan pajak berupa hasil bumi (Contingenten)
- Kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditapkan(Verplichte leverantie)
- kewajiban yang ditetapkan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi(Prianger Stelse)


KEKEUASAN INGGRIS DI INDONESIA

- Inggris menguasai Indonesia di mulai sejak tahun 1811 setelah Inggris melakukan serangan dart dan laut di wilayah kekuasan Belanda di pulau Jawa
- Akibat serangan tersebut Belanda menyerah tanpa syarat dan menandatangani PERJANJIAN TUNTANG PADA 11 SEPTEMBER 1811


ISI PERJANIAN TUNTANG

- Seluruh kekuatan militer yang berada di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
- utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
- Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.


EIC Melalui Lord Minto menunjuk Sir Thomas Raffles (1811-1813) sebagai gubernur jendral\


KEBIJAKAN-KEBIJAKAN RAFFLES

Kebijakan penting yang dilakukan Raffles antara lain:
- Membagi wilayah Pulau Jawa menjadi 16 daerah Kerasidenan. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan mengatur dan mengawasi Pulau Jawa.
- Raffles juga menghapus kerja rodi.
- Menghapus semua kebijakan Daendels.
- Mengadakan sistem pemungutan sewa tanah.



KEMBALINYA KEKUASAAN BELANDA DI INDONESIA

Tahun 1814, Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Konvensi London.
Selanjutnya, Pemerintah Kolonial Belanda dipegang oleh sebuah komisi yang beranggotakan Van der Capellen, Elout, dan Buyskes.


KEBIJAKAN PEMERINTAH INGGRIS DI BIDANG EKONOMI DI INDONESIA

Pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles, pemerintah kolonial Inggris menerapkan kebijakan ekonomi yang berdasarkan asas liberal.
Kebijakan tersebut adalah Landrent System (sistem sewa tanah). Raffles berpendirian bahwa semua tanah adalah milik raja yang berdaulat. Jadi, semua tanah milik pemerintah Inggris. Orang yang ingin memiliki tanah harus penyewanya dari pemerintah dan membayar sewa pajak yang disebut sewa tanah.


KEBIJAKAN PEMERINTAH BELANDA DI BIDANG EKONOMI DI INDONESIA

Pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels, kebijakan ekonomi dilakukan untuk mengatasi kesulitan keuangan yang dialami oleh pemerintah Belanda, yaitu:
Pemerintah Belanda menjual tanah-tanah milik Gubernemen kepada pihak partikelir.
kebijakan Cultuurstelsel atau Sistem Tanam Paksa. Adapun pokok-pokok kebijakan ini adalah bahwa berdasarkan perjanjian, penduduk Indonesia menyediakan seperlima tanahnya untuk ditanami tanaman-tanaman yang ditetapkan Gubernemen.
Membuka kesempatan kepada pihak swasta untuk menanamkan modalnya di Indonesia.


UNDANG UNDANG AGRARIA


Untuk menjamin kepentingan rakyat dan para pemodal, pada tahun 1870 ditetapkan Undang-undang Agraria. Isi undang-undang ini adalah sebagai berikut.
Gubernur Jenderal tidak diperbolehkan menjual tanah milik pemerintah. Tanah itu dapat disewakan paling lama 75 tahun.
Tanah milik pemerintah antara lain, tanah yang belum dibuka, tanah yang berada di luar wilayah milik desa dan penghuninya, serta tanah milik adat.
Tanah milik penduduk antara lain semua sawah, ladang, dan sejenisnya yang dimiliki langsung oleh penduduk desa. Tanah semacam itu boleh disewa oleh pengusaha swasta selama lima tahun.


KEBIJAKAN PEMERINTAH INGGRIS DI BIDANG POLITIK DI INDONESIA


Di bawah pemerintahan Raffles, Inggris dapat menanamkan pengaruh politik di Indonesia meskipun hanya terbatas di Jawa.
Saat itu, Raffles membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan.
Tiap-tiap keresidenan dibentuk badan pengadilan (landraad).


KEBIJAKAN PEMERINTAH BELANDA DI BIDANG POLITIK DI INDONESIA


Pada masa Daendels, pemerintah Belanda mengambil kebijakan untuk memperkuat angkatan bersenjatanya.
- Pemerintah Belanda merekrut banyak orang Indonesia untuk dijadikan tentara.
- Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
- Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan dengan kerja rodi.
- Untuk menyukseskan kebijakan ini, pemerintah Belanda tidak segan-segan memecat pejabat-pejabat pemerintah maupun kerajaan yang menentang. Contohya adalah Sultan Banten dan Sultan Cirebon.


KEBIJAKAN PEMERINTAH BELANDA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA


Pemerintahan Belanda melaksanakan Politik Pintu Terbuka.
Menerapkan kebijakan (politik) Etis. Kebijakan ini meliputi bidang transmigrasi, irigasi, dan pendidikan.



KEBIJAKAN PEMERINTAH INGGRIS DI BIDANG SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA


Pada masa Raffles, pemerintah kolonial memberi bantuan kepada para ahli pengetahuan seperti Horsfield, Crawford, dan Mackensie untuk menyelidiki peninggalan sejarah kuno di Indonesia.
Pemerintah Raffles juga membantu lembaga-lembaga kebudayaan, seperti Lembaga Betawi untuk memajukan kebudayaannya.
Raffles sendiri kemudian menerbitkan buku yang berjudul History of Java pada tahun 1817.



PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL TERHADAP KEHIDUPAN POLITIK DI INDONESIA



Pada masa Herman Willem Daendels, pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat Indonesia untuk kerja rodi.
Akibatnya, tidak sedikit korban yang meninggal dari kebijakan ini.
Selain itu, kemiskinan dan kemelaratan timbul di mana-mana. Hal ini terjadi karena rakyat tidak memiliki kesempatan untuk mengerjakan sawah, ladang, dan peternakannya. Seluruh waktunya dihabiskan untuk kerja rodi.
Terdapat pula penyimpangan-penyimpangan dalam melaksanakan kebijakan Sistem Sewa tanah, sebagai berikut:
Tanah yang diserahkan untuk ditanami tanaman ekspor lebih dari seperlima, bahkan kadang-kadang setengahnya.
Tanah yang dipilih untuk ditanami tanaman ekspor adalah tanah yang subur sehingga tanah yang tersisa untuk penduduk hanya tanah-tanah yang kurang subur.
Waktu bekerja pada pemerintah untuk masyarakat yang tidak memiliki lahan lebih dari ketentuan 66 hari.
Lahan yang disediakan untuk tanaman ekspor tetap dikenakan pajak.
Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayar tidak dibayarkan kembali kepada rakyat.
Kegagalan panen tanaman wajib tetap menjadi tanggung jawab rakyat.


PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH INGGRIS TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DI INDONESIA


Pada masa Thomas Stamford Raffles, pemerintah kolonial menerapkan kebijakan ekonomi liberal. Namun, dalam kenyataannya kebijakan ini tidak dapat dilaksanakan. Hal ini disebabkan oleh kendala-kendala berikut.
Sistem feodal telah berakar dan menjadi tradisi di Indonesia.
Pegawai pemerintahan yang cakap untuk mengendalikan pelaksanaan sistem ini jumlahnya terbatas.
Rakyat Indonesia belum siap menerima sistem yang baru.
Kepemilikan tanah masih berciri tradisional.


PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL TERHADAP KEHIDUPAN POLITIK DI INDONESIA


Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia berpengaruh pada kekuasaan para penguasa lokal seperti raja, sultan, dan adipati. Mereka tidak lagi memiliki kekuasaan yang besar karena sering dicampuri pemerintah kolonial.
Dengan kenyataan seperti ini, tidak jarang bahwa kekuasaan penguasa lokal terhadap wilayahnya hanya secara de jure (hukum), tetapi secara de facto (nyatanya) dikuasai oleh pemerintah kolonial.


PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DI INDONESIA


Munculnya kelompok masyarakat berdasarkan golongan, yaitu:
- Kelompok masyarakat Eropa menempati kelas teratas.
- Kelas di bawahnya adalah kelompok masyarakat bangsawan.
- Kelompok masyarakat jelata menempati kelas terendah.


PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL TERHADAP KEHIDUPAN BUDAYA DI INDONESIA


Bangsa Barat memiliki kebiasaan dan tradisi tertentu. Kedatangan mereka berpengaruh pada budaya lokal.
Muncul berbagai tradisi barat yang kemudian berkembang dalam masyarakat pribumi, khususnya di kalangan bangsawan, seperti tradisi dansa.
Selain itu, banyak tradisi kerajaan lokal yang luntur setelah campur tangan Belanda. Tradisi lokal juga ada yang berakulturasi dengan budaya Barat (Belanda) terutama di Jawa.

SUMBER ; guru IPS SMP Negeri 1 Ponorogo
read more...

Sabtu, 01 Januari 2011

10 Kesalahan Fatal Nurdin Halid Selama Menjabat Ketua PSSI

BAGAS BLOG - Memang sial nasib PSSI Setah Sejak tahun 2004 lalu TIMNAS kita Paceklik Prestasi ,Karena tidak becus mengurus PSSI . Nurdin Halid akrab dengan masalah hukum. Masuk bui, keluar bui, bukanlah hal yang aneh baginya.

Pada 16 Juli 2004, ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton. Nurdin kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).

Hampir setahun kemudian (16/6/05), dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Baru pada 13 Agustus 2007, MA menyatakan Nurdin bersalah dan divonis 2 tahun penjara.

Nurdin kemudian dituntut 10 tahun penjara dalam kasus gula impor ilegal 56 ton dengan kerugian negara Rp 3,4 miliar pada September 2005. Namun dakwaan ditolak majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara pada 15 Desember 2005 karena BAP perkaranya dinilai cacat hukum.

Selain kasus tersebut, Nurdin juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Dia pun mendekam di Rutan Salemba.

Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia [sumber www.detik.com]

Dalam dunia sepakbola, ini daftar 10 dosa Nurdin Halid :

1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.

2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.

3. Terindikasi jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007), Persipura Jayapura (2008/2009).

4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni tahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdindi penjara). Terakhir 2010 mengajak timnas pelesiran politik sehingga tak bisa konsentrasi dalam final piala AFF 2010.

5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.

6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.

7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.

8. Tak punya kekuatan untuk melobi pihak kepolisian sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.

9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.

10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.
read more...

Minggu, 12 Desember 2010

Gempa 5,1 SR di Barat Daya Bantul Warga tidak menyadari ada gempa di barat daya kabupaten ini.



BAGAS BLOG - Sebuah gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) terjadi di Samudera Hindia, 243 kilometer barat daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa ini tidak menimbulkan tsunami.

Gempa terjadi pada Sabtu 11 Desember 2010, pukul 19.42 WIB di 9,92 lintang selatan - 109,54 bujur timur, pada kedalaman 10 kilometer.

Warga Bantul sendiri tidak merasakan gempa ini. Kontributor VIVAnews di Bantul melaporkan, aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa. Warga tidak menyadari ada gempa di barat daya kabupaten ini.
Bantul pernah rusak berat digoyang gempa 5,3 skala Richter pada 27 Mei 2006. Akibat gempa ini, ribuan rumah hancur dan ratusan orang meninggal dunia.
read more...
 
 
Back To Top